Sedikit cerita...
Dulu saat saya menjalin hubungan denga seorang wanita yang memiliki jurusan keperawatan S1 di fakultasnya, saya terkagum - kagum dan menetapkan hati ubtuknya agar kelak nanti saya berpasangan hidup dengannya,hari - kehari saya jalani hidup berdua sehingga saya tak lagi memikirkan dunia yang fana ini dan sekian lama waktu berlalu saya hanya bermodalkan uang yang di berikan oleh orangtua sekian lama saya menjalani hidup dengan uang yang pas - pasan bersamanya, lama wtu berselang saya merasa kurangan dan akhirnya saya mencari pekerjaan padah saymasih sekolah dan sekian lama saya mencari - cari dan akhirnya saya mendapat kerja di warnet (warung internet) dan saya bekerja pada malam hari dan sekian lama saya kerja malam dan paginya saya harus memenuhi kewajiban untuk sekolah karna saya sayang padanya setelah 8 bulan berlalu saya merasa sudah tidak kuat lagi untuk bekerja seperti itu dan saya keluar da pekerjaan dan saya kembali hidup dengan uang pas - pasan hingga kian lama waktu berlalu pada akhirnya mungkin ia jenuh karna kami hanya memiliki uang sedikit dan kami mggabungkan uang kami ber2 dan itu sepertinya tidak cukup, lama kelamaan terasa susah hingga banyak ide2 yang keluar sampai - sampai saya di masakin dan sampai - sampai memeras rokokpun agar kami bisselalu ber2 lama waktu berjalan akhirnya timbul kekeliruan dan saymelihat peru ahan demi perubahan sang pacar yang makin lama makin cuek setelah saya selesai sekolah di kota padang saya kembali ke kampung untuk meneruskan sekolah karna saya belom selesai sekolah dan akhirnya karna waktu dan tempat memisahkansaya putuskan ambil paket c dan saya bekerja hampir 2 kali dalam 1 bulan saya kekota sang pacar untuk menemuinya jarak dan waktu tak jadi halangan lama waktu berlalu saya bekerja dan bekerja menabung dan menabung, hingga disuatu pagi saya menerima telpon pada jam 11 pagi sang pacar berbicara di telpon d ia memiliki pilihan hidup untuk mengganti saya dan orang lain pada akhirnya saya emosi dan merasa sia - sia dan saya tetap menahan diri dan berusaha mengambil hatinya kembali akhirnya kami rujuk kembali, pada saat - saat tertentu saya berpikir bagaimana cara dapatin uang yang banyak sehingga saya tak tahu arah lagi karna kerja saya saat ini hanya dapat uang sekedar saja.
Karna saya hidup dikampung saya memiliki banyak teman lagi dan teman saya mengenalkan saya deng ganja alias narkoba dan saya ingin mencoba - coba sehingga saya merasakan enaknya pada saat - saat sendiri saya berpikir karna saya dan teman - teman sering membeli narkoba yang ada dalam pikiran saya kalau saya yang jual pasti uang saya banyak, hingga pada akhirnya saya memutuskan buat jualan ganja dan setiap saya melangkah dengan motor ke kota sang pacar saya selalu bawa ganja anggaran 3 kilo dan saya minta bantuan kawan - kawan disana untuk menjualkan dan kawan - kawan bersedia karna saya ngg salah pilih ternyata teman saya juga pengguna dan akhirnya setiap minggu saya ke kota sang pacar buat jualan narkoba. Sambil pacaran disana saya mendapat uang yang banyak dan saya sangat mesra dengan sang pacar karna kemana dan kei ginan apa bisa di penuhi cukup lama waktu berjalan sangat sayang tuhan pada saya dan sekian lama waktu berlalu saya berpikir jika anak- saya nanti ngg mungkin makan duit ini pada saat itu juga saya merasa ketakutan dan saya merasa bersalah dan saya ngg mau lagi menjual narkoba itu saya kerja dengan orangtua dan hanya mendapatkan uang secekupnya tapi kalau saya lang mau pergi pacaran lumayan saya di kasih uang jauh saya berjalan ha ya sebagai pengguna saja atau penikmat pada suatu waktu ganja sulit ditemukan Dikapung saya sehingga saya berjalan jauh anggaran 1 jam untuk mencari penjual narkoba dan saya merasa ketergantungan denganganja tersebut dan itu sering terulang berkali - kali dan setelah sekian lama waktu berlalu saya merasa konyol mondar - mandir beli ganja tersebut dan saya malas berjalan dan akhirnya saya di telpon temen dia mau berjalan keluar kota untuk nyari ganja dan saymenitipkan pada nya untuk membeli ganja tersebut namun apa yang terjadi...?
Bersambung
Dulu saat saya menjalin hubungan denga seorang wanita yang memiliki jurusan keperawatan S1 di fakultasnya, saya terkagum - kagum dan menetapkan hati ubtuknya agar kelak nanti saya berpasangan hidup dengannya,hari - kehari saya jalani hidup berdua sehingga saya tak lagi memikirkan dunia yang fana ini dan sekian lama waktu berlalu saya hanya bermodalkan uang yang di berikan oleh orangtua sekian lama saya menjalani hidup dengan uang yang pas - pasan bersamanya, lama wtu berselang saya merasa kurangan dan akhirnya saya mencari pekerjaan padah saymasih sekolah dan sekian lama saya mencari - cari dan akhirnya saya mendapat kerja di warnet (warung internet) dan saya bekerja pada malam hari dan sekian lama saya kerja malam dan paginya saya harus memenuhi kewajiban untuk sekolah karna saya sayang padanya setelah 8 bulan berlalu saya merasa sudah tidak kuat lagi untuk bekerja seperti itu dan saya keluar da pekerjaan dan saya kembali hidup dengan uang pas - pasan hingga kian lama waktu berlalu pada akhirnya mungkin ia jenuh karna kami hanya memiliki uang sedikit dan kami mggabungkan uang kami ber2 dan itu sepertinya tidak cukup, lama kelamaan terasa susah hingga banyak ide2 yang keluar sampai - sampai saya di masakin dan sampai - sampai memeras rokokpun agar kami bisselalu ber2 lama waktu berjalan akhirnya timbul kekeliruan dan saymelihat peru ahan demi perubahan sang pacar yang makin lama makin cuek setelah saya selesai sekolah di kota padang saya kembali ke kampung untuk meneruskan sekolah karna saya belom selesai sekolah dan akhirnya karna waktu dan tempat memisahkansaya putuskan ambil paket c dan saya bekerja hampir 2 kali dalam 1 bulan saya kekota sang pacar untuk menemuinya jarak dan waktu tak jadi halangan lama waktu berlalu saya bekerja dan bekerja menabung dan menabung, hingga disuatu pagi saya menerima telpon pada jam 11 pagi sang pacar berbicara di telpon d ia memiliki pilihan hidup untuk mengganti saya dan orang lain pada akhirnya saya emosi dan merasa sia - sia dan saya tetap menahan diri dan berusaha mengambil hatinya kembali akhirnya kami rujuk kembali, pada saat - saat tertentu saya berpikir bagaimana cara dapatin uang yang banyak sehingga saya tak tahu arah lagi karna kerja saya saat ini hanya dapat uang sekedar saja.
Karna saya hidup dikampung saya memiliki banyak teman lagi dan teman saya mengenalkan saya deng ganja alias narkoba dan saya ingin mencoba - coba sehingga saya merasakan enaknya pada saat - saat sendiri saya berpikir karna saya dan teman - teman sering membeli narkoba yang ada dalam pikiran saya kalau saya yang jual pasti uang saya banyak, hingga pada akhirnya saya memutuskan buat jualan ganja dan setiap saya melangkah dengan motor ke kota sang pacar saya selalu bawa ganja anggaran 3 kilo dan saya minta bantuan kawan - kawan disana untuk menjualkan dan kawan - kawan bersedia karna saya ngg salah pilih ternyata teman saya juga pengguna dan akhirnya setiap minggu saya ke kota sang pacar buat jualan narkoba. Sambil pacaran disana saya mendapat uang yang banyak dan saya sangat mesra dengan sang pacar karna kemana dan kei ginan apa bisa di penuhi cukup lama waktu berjalan sangat sayang tuhan pada saya dan sekian lama waktu berlalu saya berpikir jika anak- saya nanti ngg mungkin makan duit ini pada saat itu juga saya merasa ketakutan dan saya merasa bersalah dan saya ngg mau lagi menjual narkoba itu saya kerja dengan orangtua dan hanya mendapatkan uang secekupnya tapi kalau saya lang mau pergi pacaran lumayan saya di kasih uang jauh saya berjalan ha ya sebagai pengguna saja atau penikmat pada suatu waktu ganja sulit ditemukan Dikapung saya sehingga saya berjalan jauh anggaran 1 jam untuk mencari penjual narkoba dan saya merasa ketergantungan denganganja tersebut dan itu sering terulang berkali - kali dan setelah sekian lama waktu berlalu saya merasa konyol mondar - mandir beli ganja tersebut dan saya malas berjalan dan akhirnya saya di telpon temen dia mau berjalan keluar kota untuk nyari ganja dan saymenitipkan pada nya untuk membeli ganja tersebut namun apa yang terjadi...?
Bersambung
Komentar
Posting Komentar